Chrome Pointer
Tampilkan postingan dengan label REVIEW. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REVIEW. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2015

15 FILM Sci-Fi TERBAIK DI PERFILMAN MODERN [MENURUT ANE GAN]



LANGSUNG AJE GAN CEKIBROT

1.THE MATRIX TRILOGY


Cerita dimulai ketika Thomas Anderson (Keanu Reeves), yang di dunia hacker menamakan dirinya Neo, bertemu dengan Morpheus (Laurence Fishburne) dan Trinity (Carrie Ann Moss).Inilah awal dimana Neo berhasil keluar dari Matrix ke dunia real, dan mengetahui bahwa kehidupan yang ia kenal sebelumnya sebenarnya adalah pemrograman yang ditanam di otaknya oleh para mesin-mesin jahat. Morpheus meyakini dirinya (Neo) adalah “orang yang dipilih” yang akhirnya bisa memberikan kedamaian buat umat manusia, berdasarkan hasil ramalan Oracle, seorang peramal di dalam Matrix. Neo, tidak tahu apakah ini benar atau tidak, kemudian pergi ke Matrix untuk bertemu dengan Oracle, tanpa menyadari bahwa kepergiannya ini begitu berbahaya.

2.MIB FRANCHISE


Tommy Lee Jones serta Will Smith berperan jadi “Men in Black” yang bekerja menangani beraneka ragam jenis alien yang ada di Bumi. Bumi rupanya dihuni sama bermacam-macam alien yang hidup membaur sama manusia. Mereka berprofesi sebagai petugas yang mengawasi serta mengontrol aktivitas alien dan juga menjaga keberadaan alien itu supaya tetap jadi suatu rahasia

3.MINORITY REPORT


Tahun 2054 Amerika menjadi tempat yang paling aman. Ini berkat kehadiran Department of Pre-Crime, sebuah kesatuan elit yang diawaki oleh tiga orang berkemampuan melihat masa depan. Dengan kemampuan ini, mereka bisa menangkap siapa saja yang berniat jahat sebelum orang ini melakukan kejahatan. Departemen ini sangat efektif dalam mencegah kejahatan sampai suatu ketika kesatuan elit ini kena batunya!
Pimpinan kesatuan ini adalah Burgess (Max von Sydow), dengan tangan kanan detektif John Anderton (Tom Cruise) dan Agatha (Samantha Morton).
Ketika menangani kasus #1109 mereka terkejut bukan main. Sebuah pembunuhan akan dilakukan oleh Anderton! Tentu saja Anderton berang. Doi merasa ada yang salah pada sistem, dan berkesimpulan kalau semua ini ulah detektif Ed Witwer (Colin Farrell), agen federal yang mengincar posisi Anderton.

4.WAR OF THE WORLDS


Bumi berada dalam situasi perang. Ray Ferrier (Tom Cruise) adalah seorang pekerja pelabuhan yang telah bercerai dan menjadi orangtua tunggal bagi dua anaknya Robbie (Jusin Chatwin) dan Rachel (Dakota Fanning). Disaat Ray menghabiskan liburan akhir pekan dengan anak yang jarang ia temui, terjadilah berbagai peristiwa alam menakutkan yakni bermunculan kilat berkekuatan penuh yang menyambar-nyambar.
Beberapa waktu kemudian, Ray menyaksikan peristiwa luar biasa yang mengubah hidup ia dan anak-anaknya. Penyerangan pertama alien ke Bumi telah dimulai. Maka dimulailah perjuangan Ray dan manusia lainnya menyelamatkan keluarga yang mereka cintai dari serangan alien

5.i ROBOT


Film I, Robot merupakan film fiksi ilmiah yang di produksi pada tahun 2004. Film menceritakan tetang kehidupan pada tahun 2035 dimana pada saat itu manusia di seluruh dunia sangat bergantung kepada robot NS 5 yang dimana robot tersebut bertugas menjadi asisten rumah tangga. Kata “I” mempunyai arti Intelligent, Ideal dan Incredible.

6.AVATAR


Jake Sully terpilih untuk berpartisipasi dalam program Avatar, yang memungkinkannya bisa berjalan kembali. Jake menuju ke Pandora, sebuah hutan nan subur yang penuh dengan berbagai macam makhluk hidup yang baik dan yang mengerikan. Pandora juga rumah bagi suku Na’vi, makhluk yang mirip manusia dengan kehidupan primitif serta memiliki kemampuan seperti manusia. Saat manusia mencoba memasuki Pandora untuk menambang mineral yang ada di sana, suku Na’vi memerintahkan para prajuritnya untuk melindungi negerinya dari ancaman.
Jake direkrut untuk menjadi bagian dari proyek ini. Karena manusia tidak dapat menghirup udara di negeri Pandora, maka mereka menciptakan makhluk yang mirip suku Na’vi yang mereka sebut sebagai Avatar. Di Pandora, dengan tubuh Avatar, Jake dapat berjalan kembali. Di hutan Pandora, Jake melihat banyak keindahan dan bahaya. Ia juga bertemu dengan wanita muda Na’vi bernama Neytiri (Zoe Saldaña).
Seiring berjalannya waktu, Jake berbaur dengan suku Na’vi dan jatuh cinta kepada Adiliano

7.PROMETHEUS


diawali ketika para ilmuwan penasaran dengan adanya penemuan fakta bahwa asal usul kehidupan di bumi diciptakan oleh makhluk luar angkasa
Dikirimkanlah sejumlah ilmuwan untuk menelusuri kebenaran fakta tersebut.Di luar angkasa bahaya menghadang mereka.Mereka melakukan pertempuran dengan makhluk luar angkasa untuk menyelamatkan masa depan kehiduan manusia bumi

8.DISTRICT 9


District 9′ tidak seperti film-film lain yang mengangkat tema alien. Jika biasanya mahluk asing itu digambarkan sebagai sosok jahat,District 9′ berkisah soal alien-alien yang ditindas oleh manusia. Sang sutradara, Neill Blomkamp membuka film ini dengan gaya dokumenter. Kedatangan alien di Johannesburg, Afrika Selatan pun ditampilkan melalui wawancara para saksi mata. Mereka menceritakan bagaimana kapal luar angkasa berukuran besar tiba-tiba muncul di kota itu

9.X-MEN FIRST CLASS


Sebelum sekolah untuk para mutan didirikan dan dunia belum mengenalnya sebagai Profesor X (James McAvoy), ia adalah seorang anak remaja bernama Charles Xavier. Pertemuannya dengan Raven yang selanjutnya dikenal dengan nama Mystique (Jennifer Lawrence)membuat dia mengetahua bahwa dirinya bukanlah satu-satunya manusia yang dilahirkan dengan kelebihan yang istimewa.
Persahabatan Charles dengan Magneto yang sebelumnya dikenal dengan nama Erik Lehnsherr (Michael Fassbender) membuat hidup para mutan berubah. Mereka adalah sahabat yang sama-sama mempunyai kekuatan luar biasa

10.INCEPTION


Dom Cobb (Leonardo DiCaprio) dan partnernya, Arthur (Joseph Gordon-Levitt) mempraktekkan espionase ilegal dengan memasuki alam bawah sadar target mereka, dengan menggunakan stratergi dua-tingkat "mimpi dalam sebuah mimpi" untuk mengekstrak informasi penting yang dibutuhkan. Setiap "ekstraktor" membawa sebuah "totem", benda pribadi yang berukuran kecil. Totem milik Cobb adalah gasing yang berputar dalam sebuah negara mimpi. Cobb berjuang bersama memori istrinya yang telah meninggal, Mal (Marion Cotillard), yang memanifestasi mimpinya serta berusaha untuk mensabotase kehidupannya

11.FRANCHISE TERMINATOR


kisah sang robot pembunuh (Arnold Schwarzenegger) dari masa depan dikirim ke masa kini hanya untuk satu tujuan, yakni melenyapkan Sarah Connor (Linda Hamilton), ibu kandung dari pimpinan pejuang umat manusia kelak melawan Skynet (mesin). Sebagai pelindung dikirim Letnan Kyle Reese (Michael Biehn) yang tugasnya hanya satu yakni, menyelamatkan Sarah. Nyaris sepanjang film menggambarkan bagaimana Sarah dan Kyle berusaha lari dari kejaran Terminator. Di situasi serba sulit yang penuh dengan ketidakpastian, Sarah dan Kyle justru saling jatuh hati

12.TRANSFORMERS FRANCHISE


Film ini dimulai dengan penjelsan oleh Optimus Prime mengenai asal-muasal peperangan di planet Cybertron antara Autobot dan Decepticon. Perang ini membuat Allspark terlempar ke angkasa luar dan jatuh di Bumi. Namun sepertinya semua sudah terlambat, sebab para Decepticon telah berada di Bumi, mencari kesempatan untuk bisa menemukan Kubus tersebut

13.FRANCHISE JURASIC PARK


taman hiburan mirip kebun binatang bernama Jurassic Park, milik seorang bilyuner John Hammond (pendiri InGen) di Isla Nublar (dekat Kosta Rika). Hammond ingin mendengar pendapat para ilmuwan tersebut dan persetujuan mereka tentang taman tersebut; Malcolm sejak awal tidak menyukai ide ini. Taman Jurassic terdiri dari dinosaurus, yang diciptakan kembali melalui DNA dinosaurus yang ditemukan dalam tubuh nyamuk yang terjebak dalam amber

14.OBLIVION


Bersetting di masa depan, Oblivion mengisahkan tentang sebuah pengadilan militer yang mengirimkan seorang veteran perang Jack Harper (Tom Cruise) ke sebuah planet terasing. Disana Ia ditugaskan untuk menghancurkan sisa-sisa ras alien yang masih tertinggal. Semuanya berjalan lancar, sampai suatu ketika Jack harus berhadapan dengan penjelajah angkasa yang kemudian mempertanyakan apa yang ia ketahui tentang planet tersebut, misi nya selama disana, dan tentang dirinya sendiri

15.STAR TREK[2009]


Star Trek The Movie berkisah tentang awal-awal kru USS Enterprise terbentuk, dimana James T Kirk dan Spock bertemu,James Kirk ini awalnya tidak mau masuk ke Armada Bintang, namun ditantang oleh Christopher Pike (Captain USS Enterprise) apakah dia hanya ingin hidup biasa-biasa saja atau ingin hidup menjelajah bintang dan menyamai kepahlawanan ayahnya ?, Sedangkan Spock adalah makhluk “blasteran”, Ayahnya seorang Vulcan, sedangkan ibunya seorang manusia.

SEKIAN DULU DARI ANE GAN

[Review] “Allegiant : #3 Novel of Divergent Trilogy”



Welcome to Allegiant, 3rd and final book from Divergent series.

        Di akhir buku dua, Insurgent, kita dibuat penasaran oleh siapa itu Edith Prior. Di video itu Edith mengatakan tentang kehidupan di luar compound dan mengajak siapa saja untuk tinggal di sana. Video itu membuat beberapa orang yang masih percaya kepada kehidupan dalam bentuk fraksi, dan menolak kehidupan tanpa fraksi dengan Evelyn sebagai pemimpin, membentuk Allegiant, yang dipimpin oleh Cara dan Johanna Reyes.

        Dan, Tris serta Tobias tergabung ke dalam kelompok ini.

        Allegiant dibagi dua, mereka yang pergi keluar compound untuk mencaritahu maksud video Edith Prior, dipimpin oleh Cara, dan mereka yang tinggal untuk merencanakan perlawanan terhadap factionless tyrant, dipimpin oleh Johanna Reyes. Tris, Tobias, Caleb, Christina, Uriah, Peter, Tori, dan satu anak Erudite yang gue lupa namanya, bergabung dengan Cara. Dibantu oleh Johanna Reyes, mereka berusaha keluar dari compound. Sayang, ada satu yang terpaksa mati, Tori.
Mereka pun berhasil sampai ke Bureau of Genetic Welfare. Sebelum sampai di sana, mereka bertemu dua orang dari Bureau, Zoe dan Amar. Dan, kehadiran Amar membuat Tobias kaget karena setahu dia Amar mati karena ketahuan Divergent (Amar ini mentor Tobias waktu inisiasi pas masuk Dauntless).

        Mereka pun akhirnya bertemu pimpinan Bureau, David, yang juga mengetahui masa lalu Nathali Prior alias ibu Tris. Dan Tris mengetahui siapa sebenarnya ibunya. Dan, mereka juga diberitahu apa sebenarnya kehidupan compound yang mereka tempati. Ternyata, di masa depan, Bureau ini bertanggungjawab membuat ekspresimen gen yang menghasilkan beberapa manusia yang ditempatkan di wilayah tertentu, salah satunya Chicago. Mereka mengadakan percobaan seperti apa kehidupan dengan fraksi-fraksi ini. Dan Tris juga menemukan kalau Divergent itu sebenarnya adalah genetically pure (GP) dan yang lain adalah genetically damage (GD). Which is, Divergent yang selama ini dia tahu berbahaya dan harus dimusnahkan oleh Jeanine Matthews ternyata adalah eksperimen gen yang berhasil. Dan ternyata, meski Tobias memperlihatkan sikap seperti Divergent, hasil pemeriksaan gen menunjukkan kalau dia GD. Nah lho…

        Kehidupan di Bureau yang tenang ternyata enggak selamanya aman. Para Allegiant menemukan kenyataan kalau Bureau mengendalikan semua kehidupan mereka. dan, sebelum Bureau bertindak menghancurkan Chicago, mereka harus menghancurkan Bureau terlebih dahulu.
Jika Insurgent banyak action, Allegiant banyak unsur politisnya menurut gue.

        Seperti review gue di Insurgent, gue sempat skeptis dengan Allegiant karena tokoh antagonis utama, Miss JM, mati. Jadi, musuh mana lagi yang akan mereka hadapi? Ternyata permasalahan jadi lebih kompleks. Seru sih, cuma rada ngebosenin hehe. Dan sebagai penutup, gue merasa buku ini datar-datar aja.

        Yang agak gue sayangkan karena Miss JM mati. Coba dia masih hidup, pasti pertanyaan kenapa dia pengin menghancurkan Divergent, dan apakah dia mengetahui tentang Bureau sehingga itu jadi alasan dia membunuh Divergent, kita enggak pernah tahu. Tapi mungkin saja dia tahu karena dia mengerti asal asul Tris.

        Surprise, buku ini diangkat dari dua PoV, yaitu Tris dan Tobias. Jadi, lebih banyak cerita yang bisa dieksplor. Tapi, berhubung tahu seperti apa pemikiran Tobias, gue jadi ilfil sama dia. Cemen bo. Asli. Selama ini cuma tahu dia appearancenya doang dan pendapat Tris, setelah menyelami pemikirannya kok ya cemen banget. Gampang kepengaruh. Duh, bang Theo, kok kamu jadi seperti itu? aku ilfil, he-he-he.

        Oke, itu cuma ratapan fangirl haha. Karena secara logika, make sense kenapa Tobias jadi begitu. Gue suka ketika Tris bilang Tobias memilih join sama Evelyn dan enggak dengerin Tris karena dia desperate pengin ngerasain punya ibu. Dan ketika Tobias lagi-lagi berbuat kesalahan dengan join sama Nita dan lagi-lagi enggak dengerin Tris, simply karena dia desperate saat tahu dia GD.
Dan Caleb. Duh, kasiannya kamu punya adek macam Tris, he-he-he *oke, lagi-lagi ini ratapan fan*

        Seperti buku-buku sebelumnya, penempatan adegan mesra-mesraannya masih ganggu. Man, lo lagi dalam keadaan antara hidup dan mati, waktu yang lo punya untuk nyelametin orang compound dan menghancurkan Bureau cuma tinggal semalam, masiiiiih aja sempat-sempatnya make out. Dooh!
Frankly speaking, gue suka gaya nulis Veronica. Tapi, ketika bercerita dari PoV dua orang, enggak kerasa bedanya. Kalau enggak ada nama di awal bab, gue udah bingung ngikutinnya. Tetaplah Simone Elkeles paling juara urusan ini.

        So far, meski kurang memuaskan, gue cukup menikmati buku ini. Bagi penggemar sci-fi akan berasa kurang nendang ya, cuma bolehlah buat refreshing. Ide cerita membagi kehidupan ke dalam fraksi-fraksi ini juara banget, sih. Itu kekuatan utama dari buku ini.
Tapi kalau boleh memilih, gue paling suka Insurgent.

Next, seri apa lagi yang harus kita ikuti?

[Review] “Insurgent : #2 Novel of Divergent Trilogy”



Title: Insurgent

Author: Veronica Roth

Genre: Science fiction / Dystopian

Publication date: May 1, 2012

Pages: 525

       Insurgent adalah series kedua dari novel best seller trilogy Divergent. Menceritakan tentang masa depan Chicago yang berubah menjadi kota dengan masyarakat kota yang terbagi menjadi 5 faksi. (baca review sebelumnya disini)

Sinopsis :

       Satu pilihan bisa mengubahmu, atau justru menghancurkanmu.

       Gerbong kereta api yang membawa Tris, Four, Caleb, Peter dan Marcus meluncur di sepanjang rel menuju ke arah gerbang perbatasan. Gerbang yang membatasi masing-masing wilayah Dauntless dan Amity. Gerbang yang mengurung mereka untuk tidak pergi dari Dauntless. Gerbang itu kosong, tak ada penjaga yang biasanya berjaga disana. Four memasukkan kombinasi angka pada papan tombol yang ada, gerbangpun terbuka memasukkan mereka ke dalam kaum yang menjunjung tinggi perdamaian. Ke dalam kaum yang memutuskan untuk menjadikan markas besar kaum amity sebagai rumah perlindungan yang aman bagi setiap anggota dari semua faksi.

       Tris melalui hari-hari yang sulit semenjak membunuh Will. Rasa bersalah menekannya, membuatnya sering memimpikan Will dalam tidurnya. Diapun tak berani mengatakan yang sebenarnya pada Four bahwa kekasihnya, Tris, telah membunuh salah satu sahabatnya dengan tangannya sendiri demi menyelamatkan nyawanya. Dia merasa bahwa terlalu banyak yang dirahasiakannya dari Four karena dia sendiri pun merasa bahwa Four menyembunyikan banyak hal juga darinya.

       Tris berusaha untuk mempercayai Caleb. Baginya tidak mempercayai Caleb adalah kesalahan yang tak ingin diulanginya karena sekarang kakaknya itulah satu-satunya keluarga yang masih dimilikinya. Untuk itulah ketika Caleb bertanya tentang hasil dari tes kecakapan, Tris mengatakan bahwa dia memperoleh 3 faksi sekaligus sebagai hasilnya, itulah kali pertama bagi Tris mengatakan tentang hasil tes kecakapan kepada orang lain.

       Saat berada di Amity, Tris mengetahui bahwa Marcus menyimpan sebuah rahasia yang tak diketahuinya, sebuah informasi yang dipercayakan kepada faksi  Abnegation hingga mereka rela mempertaruhkan nyawa demi melindungi informasi itu. Termasuk ayah dan ibunya. Tris sekarang tahu bahwa Jeanine menyerang faksi Abnegation bukan demi kekuasaan tapi ternyata dia menyerang demi mencuri informasi, informasi yang hanya diketahui oleh faksi Abnegation. Bahkan saat Johanna, salah satu juru bicara Amity meminta dengan baik-baik untuk menceritakan tentag rahasia itu, Marcus menolaknya. Begitupun saat Tris memaksa Marcus untuk memberi tahunya tentang informasi rahasia itu.

       Perwakilan dari Erudite yang datang tiba-tiba ke Amity memaksa Tris serta kaum abnegation yang berlindung di Amity untuk melarikan diri. Tris, Four, Caleb dan Susan memisahkan diri dari Abnegation lain dan berakhir di markas Factionless berkat nama asli Four, Tobias Eaton yang cukup berpengaruh di antara Factionless. Selanjutnya Tris mengetahui alasan kenapa Factionless mengijinkan Tris dan teman-teman berlindung di markas Factionless. Itu semua karena, pemimpin Factionless adalah Evelyn Eaton, ibu kandung Four yang dulu sempat dinyatakan meninggal tapi sebenarnya melarikan diri dari Abnegation dan lebih memilih untuk menjadi Factionless. Kepalsuan kematian Evelyn adalah satu hal lagi yang dirahasiakan oleh Four pada Tris di samping rahasia-rahasia lain. Tak seperti Four yang mempercayai Evelyn, Tris justru sebaliknya, dia mencurigai Evelyn merencanakan sesuatu untuk menghancurkan seluruh faksi.

       Keberadaan Tris di markas Factionless tak bertahan lama karena dia harus pergi ke markas Candor untuk menyelidiki hal lain. Di markas Candor Tris bertemu kembali dengan teman-teman Dauntless setia yang tak ingin bersekutu dengan Erudite dan juga bertemu Christina, sahabatnya, kekasih Will. Di Candor pula Tris terpaksa harus mengungkapkan rahasia-rahasianya agar mendapat kepercayaan dari kaum Candor serta Dauntless yang lain. Dan di Candor pula, diputuskan bahwa Four menjadi satu di antara tiga orang yang menjadi pemimpin Dauntless. Four mempengaruhi Dauntless agar mau bersekutu dengan Factionless untuk menyerang Erudite, menghentikan rencana besar yang sedang disusun Jeanine, namun disisi lain, Tris tahu bahwa Factionless juga memiliki rencana besar lain yang tak diketahui Dauntless yaitu untuk menghilangkan faksi, dan membentuk sebuah negara tanpa faksi. Tris tak dapat menyetujui rencana itu, dan pada akhirnya dia membentuk sekutu lain untuk menghentikan Factionless, meskipun itu artinya dia harus mengkhianati Four, kekasihnya, dan mengkhianati faksinya, Dauntless. Tris sadar bahwa ternyata, Evelyn, dua kali lebih jahat dari Jeanine. Tris harus menyelamatkan Jeanine sebelum Jeanine dibunuh karena data yang dicuri dari Abnegation disembunyikan oleh Jeanine, jika Jeanine terbunuh, artinya data itu tak akan pernah diketahui, yang artinya lagi bahwa kehancuran benar-benar terjadi, Factionless akan berkuasa.

       Namun akhirnya, data rahasia tersebut dapat disebar luaskan dan ditunjukkan kepada seluruh kaum meskipun Jeanine telah terbunuh, semua itu berkat kaki tangan Jeanine, yakni, Caleb Prior, kakak kandung Tris.

Review :

       Insurgent adalah seri kedua dari Trilogy Divergent. Cover untuk Insurgent adalah simbol faksi Amity, faksi yang menjunjung tinggi perdamaian. Itu berarti menunjukkan bahwa inti dari Insurgent ini adalah untuk mencapai sebuah perdamaian, terbukti setelah membaca Insurgent, tujuan Tris adalah untuk menciptakan perdamaian, untuk menyelamatkan seluruh kaum, orang-orang yang disayanginya, termasuk dirinya sendiri.

       Berbeda dengan seri pertama yang banyak menceritakan tentang proses inisiasi serta kisah antara Tris dan Four yang tengah dimabuk cinta tanpa konflik yang menggemparkan, di seri kedua inilah ditemukan konflik yang sebenarnya, bukan hanya masalah tentang perpecahan faksi namun juga tentang kepercayaan dan kesetiaan di dalam kisah percintaan Four dan Tris. Bagiku pribadi, Insurgent lebih memuaskan daripada Divergent, lebih dapat masuk ke dalam cerita juga banyak hal-hal yang tak terduga terjadi seperti Peter yang telah dianggap pengkhianat namun ternyata justru menyelamatkan nyawa Tris ketika Jeanine akan membunuhnya, dan membantu Tris serta Four melarikan diri dari Erudite. Serta tentang kenyataan bahwa ternyata Caleb yang selama ini melarikan diri bersama Tris dan Abnegation lain tanpa terduga justru kembali ke Erudite menjadi tangan kanan Jeanine dan membantu Jeanine menciptakan simulasi yang hampir membunuh Tris. Selain itu, emosiku sebagai pembaca lebih dimainkan ketika membaca Insurgent seperti kekesalan karena Tris sang karakter utama selalu bertindak ceroboh dan tak pikir panjang yang ternyata pada akhirnya terbukti bahwa berkat tindakan ceroboh Tris itulah akhirnya data rahasia yang selama ini disembunyikan akhirnya dapat ditunjukkan kepada seluruh kaum. Atau perasaan bersalah ketika harus menghadapi kekasih sahabat yang pernah dibunuh Tris. Bahkan ketika aku harus membalik lembar terakhir Insurgent ada perasaan marah, marah bukan karena cerita yang mengecewakan namun marah karena tidak sabar untuk membaca cerita selanjutnya.

       Meskipun tidak terlalu menyukai Divergent namun aku bersyukur tetap melanjutkan membaca Insurgent atau aku akan terlewatkan kisah mendebarkan yang luar di Insurgent. Luar biasa, direkomensasikan bagi yang menyukai genre dystopia.

       Pelajaran paling penting yang dapat diambil dari Insurgent adalah bahwa apapun yang terjadi kita harus percaya pada hati kecil kita seperti Tris yang meski dia mempercayai Four, kekasihnya tapi dia tetap melakukan apa yang hati kecilnya katakana termasuk membentuk sekutu untuk melawan Four. Selain itu juga bahwa dalam sebuah peperangan begitu banyak orang tak bersalah yang menjadi korban. Betapa kejamnya peperangan. Semoga dunia ini akan selalu damai.

       Terdapat kalimat yang tak ku ingat persis kelimatnya namun aku ingat inti dari kalimat itu bahwa terkadang kita belum mengenal secara pasti seseorang yang kita kenal namun kita tetap memutuskan untuk mempercayainya. Hahaha, sangat sering ditemukan.

       Novel yang mengagumkan, luar biasa, mendebarkan, dan candu.

       Seri terakhir dari trilogy Divergent dikabarkan akan dirilis tahun ini tepatnya tanggal 22 Oktober. Semoga punya waktu untuk membaca dan membuat reviewnya^^

"Seperti hewan liar, kebenaran terlalu kuat untuk dikurung. —Dari manifesto faksi Candor"

[Review] “Divergent : #1 Novel of Divergent Trilogy”



Title: Divergent

Author: Veronica Roth

Genre: Science fiction / Dystopian

Publication date: April 25, 2011

Pages: 487

        Divergent merupakan novel debut seorang penulis Amerika bernama Veronica Roth. Divergent adalah versi Dystopia Chicago. Dystopia adalah bentuk sastra yang mengeksplorasi struktur sosial dan politik. Distopia sering ditandai oleh bentuk pemerintahan otoriter atau totaliter. Sering menampilkan berbagai jenis represif sistem kontrol sosial, kurangnya atau tidak adanya kebebasan dan ekspresi individu, dan keadaan perang atau kekerasan yang konstan ( http://soundofmusic.web.id/2012/04/apa-itu-fikti-distopia/ ) .

Sinopsis:

       Satu pilihan menentukan apa yang harus kau percaya. Satu pilihan, memastikan siapa yang kau turuti, selamanya.

       Chicago, usai perang nuklir yang menghancurkan dunia.

       Pada usia 16, setiap orang harus mengambil pilihan yang akan menentukan seluruh jalan hidupnya. Memilih satu dari 5 Faksi —Abnegation, Dauntless, Erudite, Amity, Candor. Faksi Abnegation berisi mereka yang tak menyukai pamrih dan egoisme. Dauntless berisi mereka yang membenci kepengecutan. Erudite berisi mereka yang tak menyukai ketidaktahuan. Amity berisi mereka yang tidak menyukai peperangan. Dan Candor berisi mereka yang tidak menyukai kepalsuan.

       Pada tes kecapakan, Beatrice Prior memperoleh hasil yang membingungkan, tak dapat disimpulkan. Biasanya setiap tahap simulasi akan mempersempit satu atau lebih jenis faksi yang ada, namun dalam kasus Beatrice, hanya ada dua faksi yang dicoret. Dia menunjukkan tingkat kecakapan yang seimbang antara Abnegation, Dauntless dan Erudite. Beatrice mengetahui satu hal baru bahwa dirinya adalah Divergent —mereka yang memiliki perbedaan. Tori —sukarelawan dari Dauntless— penjaga tes Beatrice membantunya untuk memalsukan hasil tes kecakapan dengan cara memasukkan Abnegation sebagai satu-satunya faksi yang muncul dalam tes Beatrice. Dan Tori juga berpesan padanya untuk tidak mengatakan sedikitpun tentang Divergent kepada orang lain, bukan karena memang mereka dilarang untuk membicarakan hasil tes kecakapan tapi lebih karena… Divergent benar-benar berbahaya. Beatrice berusaha menjaga rahasianya itu untuk dirinya sendiri, bahkan dia tak sedikitpun menceritakan tentang tes kecakapannya kepada orang tuanya ataupun Caleb, kakak laki-lakinya.

       Di hari upacara pemilihan, Beatrice mengalami keraguan faksi mana yang akan dia pilih diantara Abnegation dan Dauntless. Tak pernah sedikitpun terlintas di benak Beatrice untuk memilih Erudite meskipun Erudite keluar sebagai salah satu kecakapannya karena ketegangan yang terjadi antara Erudite dan Abnegation. Ditambah lagi ketika Caleb lebih memilih Erudite daripada Abnegation. Jika dia bersikeras untuk meninggalkan Abnegation, itu artinya tak ada lagi yang akan bersama orang tuanya. Hanya dirinyalah yang tersisa untuk tetap berada di sisi orang tuanya. Namun kenyataannya dia tak pernah cocok berada di Abnegation, dia egois, dia tak bisa selalu bersikap tanpa pamrih. Setelah perdebatan batin, Beatrice lebih memilih untuk bergabung dengan para pemberani Dauntless, faksi yang sudah sejak lama menjadi impiannya, meninggalkan Abnegation yang tanpa pamrih, meninggalkan orang tuanya, meninggalkan pakaian abu-abu yang selalu menjadi ciri khas Abnegation.

       Beatrice menjadi Tris, berharap menemukan jati dirinya bersama para Dauntless. Namun Tris harus lulus inisiasi terlebih dahulu agar diterima. Tak ada jalan kembali. Tak lulus berarti Tris akan bergabung dengan orang-orang yang terbuang. Hidup menggelandang. Tris tak mau menjadi seorang Factionless, karena baginya menjadi Factionless lebih menakutkan daripada harus menghadapi kematian.

       Dari hari pertama inisiasi, Tris telah menjadi terkenal, si pelompat pertama. Peserta inisiasi pertama yang memutuskan untuk melompat dari atas gedung menuju pintu masuk anggota faksi Dauntless. Dan satu tangan yang diraihnya diantara tangan-tangan yang terjulur lain untuk membantunya berdiri menjadi orang yang mencuri perhatiannya, menjadi orang pertama yang dia cintai, Four, instruktur inisiasi para pemilih baru. Selanjutnya, Tris akan mengetahui fakta bahwa ternyata Four adalah Tobias Eaton, putra tunggal Marcus Eaton yang mengkhianati ayahnya dan lebih memilih Dauntless daripada Abnegation untuk menghindar dari ayahnya. Selama proses inisiasi itu pulalah Tris bertemu dengan sahabat-sahabat baru, Christina dan Al seorang pemilih dari Candor, serta Will dari Erudite. Selain sahabat, Tris juga bertemu dengan peserta yang berniat membunuhnya karena perasaan iri, Peter.

       Identitas Tris sebagai seorang Divergent yang selama ini disembunyikannya akhirnya diketahui oleh Four dalam inisiasi tahap kedua, ketika Tris harus masuk dalam simulasi untuk menghadapi ketakutannya sendiri. Four juga menghapus hasil simulasi Tris, dan meminta Tris untuk menyembunyikan identitasnya selama simulasi kecuali jika dia ingin berakhir mati dilempar dari tebing. Selama proses inisiasi, Tris menyadari bahwa sifat tanpa pamrih dan tak egois yang dulu selalu sulit dilakukannya ketika masih berada di Abnegation justru muncul ketika dia telah memilih Dauntless sebagai masa depannya. Tris menyadari bahwa ciri khas itu tak akan bisa dia rubah meskipun dia telah memilih faksi yang berbeda.

       Malam terakhir inisiasi, ketika Tris terjaga dari tidurnya dia melihat bahwa semua teman-teman inisiasinya berubah menjadi seperti robot, bukan hanya teman-teman inisiasi namun juga anggota Dauntless lain. Mereka semua berjalan dengan langkah kaku dan serempak menuju tempat yang Tris tak ketahui. Tris teringat bahwa serum yang disuntikkan Eric —pemimpin termuda Dauntless— ketika simulasi terakhirlah yang menyebabkan seluruh Dauntless berubah menjadi semacam mayat hidup, sedangkan dia adalah Divergent yang mampu memanipulasi simulasi, itu sebabnya dia tak berubah menjadi robot seperti Dauntless lain. Untuk.menghindari kecurigaan para pemimpin Dauntless yang tak mendapat suntikan serum, Tris memutuskan untuk mengikuti teman-temannya, berpura-pura menjadi robot. Kemudian Tris menyadari bahwa seluruh Dauntless mengarah ke Abnegation untuk menghancurkan mereka, Tris tak mungkin berperang melawan keluarganya sendiri, meskipun dikatakan bahwa faksi lebih penting daripada pertalian darah tapi Tris tidak bisa, dia harus menyelamatkan keluarganya. Tris telah berencana untuk menyingkir dari para Dauntless dan menyelamatkan keluarganya tapi rencananya hancur karena para pemimpin mengetahui bahwa Tris tidak terpengaruh serum ketika menyelamatkan Four dari tembakan Eric. Ternyata Four adalah Divergent seperti dirinya namun belum sempat mereka melarikan diri, Eric telah menangkap mereka dan memerintahkan untuk membawa mereka ke markas Erudite, menghadap Jeanine, pemimpin Erudite yang kejam, yang merencanakan semuanya, merencanakan untuk menghancurkan Abnegation dengan memperalat Dauntless. Sangat masuk akal karena Erudite tak dipersiapkan untuk menghadapi peperangan seperti Dauntless. Erudite memanfaatkan kecerdasan mereka untuk membuat serum yang mampu mengontrol kaum Dauntless agar mau bekerja di bawah perintahnya, sebuah tindakan yang cerdas. Jeanine yang jahat menyuntik Four dengan serum baru, serum yang berhasil bekerja pada Divergent, menyebabkan Four masuk ke dalam simulasi, memandang kawan sebagai lawan, dia bahkan berniat membunuh Tris.

       Atas pengorbanan ibu yang sebelumnya dia tinggalkan demi memilih Dauntless, Tris terbebas dari tahanan Jeanine dan berhasil menemui ayahnya yang bersembunyi bersama Caleb serta beberapa Abnegation lain yang masih hidup, namun harga yang harus dibayar ibu untuk menyelamatkan Tris terlalu besar… nyawa. Ibunya tertembak dan meninggalkan di depan matanya sendiri. Tris pun terpaksa menembak Will, sahabatnya yang juga terkena simulasi demi menyelamatkan hidupnya.

       Tris, ayah, Caleb dan Marcus kembali ke markas Dauntless untuk menghentikan program komputer yang menjalankan simulasi dan menghancurkan data-datanya untuk membangunkan semua Dauntless yang masuk dalam simulasi. Perjalanan mereka menuju komputer pusat tidaklah mudah karena mereka harus melewati prajurit penjaga Dauntless dengan senjata lengkap selain itu, lagi-lagi Tris harus kehilangan nyawa orang yang disayanginya, ayahnya meninggal demi menyelamatkannya. Tapi Tris sadar bahwa dia tak boleh terlalu larut dalam kesedihan, setidaknya untuk sementara karena bagaimanapun juga dia harus masuk ke ruang pengendali dimana komputer pengontrol simulasi berada. Tapi lagi-lagi Tris harus menghadapi masalah saat tahu bahwa ternyata Four yang menjalankan simulasi itu karena pengaruh serum yang disuntikkan Jeanine pada Four saat berada di markas Erudite. Tris berjuang untuk menyadarkan Four bahkan rela mati saat Four mengarahkan pistol kepadanya, di detik-detik terakhir sebelum Four benar-benar menembak Tris, Four bisa lepas dari simulasi dan kembali menjadi Four yang sesungguhnya. Mereka berduapun berhasil mematikan simulasi dan mengambil seluruh data. Kemudian mereka berdua bersama Caleb, Peter —yang meminta Tris untuk membawanya pergi dari Dauntless— serta Marcus berhasil melarikan diri menuju Amity. Namun masalah yang harus dihadapi Tris belum berakhir, karena peperangan yang sebenarnya telah menanti.

Review :

       Sejujurnya ketika mulai membaca Divergent aku masih belum mampu menyukainya, bahkan setelah aku membaca tiga per empat novel pun belum muncul ketertarikan pada novel ini, namun Veronica Roth memiliki cara yang menganggumkan hingga mampu memaksaku untuk terus membaca lembar demi lembar tanpa sadar hingga aku berada di lembaran terakhir. Banyak pertanyaan yang muncul saat membaca, seperti asal mula dibentuknya 5 faksi, memang di novel sempat dituliskan, hanya sedikit, para leluhur membentuk 5 faksi untuk menghindari peperangan. Selain itu juga tak banyak dijelaskan tentang Divergent, di novel hanya dijelaskan bahwa Divergent berbahaya, namun tak dijelaskan kenapa Divergent berbahaya. Apa hanya karena mereka mampu memanipulasi simulasi hingga mereka dikatakan bahaya? Belum menemukan jawaban, mungkin akan terjawab di seri selanjutnya.

       Novel ini lebih banyak bercerita tentang proses inisiasi Tris untuk menjadi anggota Dauntless yang diiringi dengan kisah cinta antara Tris dengan Four, masalah hanya muncul sedikit dibagian akhir novel. Itupun belum mencapai klimaks, mungkin akan terjadi di seri selanjutnya (lagi). Belum terlalu memuaskan namun mampu membuatku penasaran untuk membaca kelanjutan kisahnya.

       Di samping itu, banyak pelajaran yang diperoleh setelah membaca ini. Bahwa sebuah keberanian bukan hanya berarti ketika kita berani melompat dari gerbong kereta yang sedang melaju atau meluncur dari lantai seratus menggunakan katrol. Keberanian lebih dari itu. Keberanian yang sesungguhnya adalah ketika kita berani mengakui kesalahan pada orang lain, berani berkata jujur, berani meminta maaf, berani mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan orang lain. Juga tentang proses pencarian jati diri yang terkadang harus rela mengorbankan kehidupan damai yang dijalaninya untuk mendapatkan kehidupan lain yang lebih menantang, rela meninggalkan orang tua serta rumah aman yang selama ini mereka tinggali namun pada akhirnya kita sadar bahwa rumah itu, orang tua itu adalah bagian dari diri kita, dimanapun kita berada atau keputusan apapun yang kita ambil kita tak pernah bisa melupakan mereka atau menghilangkan mereka dari diri kita.

       Fiksi Dystopia yang menganggumkan. Aku selalu senang dengan novel yang mampu memaksa kita untuk membayangkan sebuah dunia dimana kita tak pernah ada di dalamnya sebelumnya. Bacaan yang patut diperhitungkan untuk mengisi hari-hari yang melelahkan atas rutinitas dunia yang kadang membosankan.

       Divergent dikabarkan akan diangkat ke layar lebar oleh Summit Entertainment  dan akan dirilis kira-kira pada 21 Maret 2014. Salah satu pemeran dalam Divergent adalah Kate Winslet yang pernah memerankan Rose dalam film Titanic, di dalam Divergent dia akan memerankan tokoh Jeanine Matthews.

"Biarkanlah rasa bersalah mengajarkanmu bagaimana bersikap di lain waktu. —Ayah kepada Beatrice, Divergent."