Chrome Pointer
Tampilkan postingan dengan label Pelesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelesir. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2016

PERIHAL HUJAN DAN KABUT

944024_965306180207151_4263373554291888751_n

Memilih hidup di Kota Hujan, apalagi di daerah Cisarua yang notabene memiliki curah hujan yang cukup tinggi saat musim penghujan tiba, haruslah siap dengan segalanya resikonya. Mulai dari hujan yang menyetia dengan waktu, kabut putih yang membatu, cuaca dingin yang merasuk, angin yang menusuk, sampai kantuk dan lapar yang selalu datang tanpa diundang.

Aku bersyukur hidup disini. Diantara banyaknya orang yang mengeluhkan hujan, aku justru menyukainya. Meskipun, terkadang hujan membuat tubuhku sakit dan sistem imunku harus bekerja lebih keras dari biasanya. Aku tetap menyukai hujan. Selain kenangan, hujan juga selalu menginspirasi. Coba bayangkan, berulang kali ia terjatuh, namun ia tak pernah sedikit pun mengeluh.

Aku ingin tekad dan perjuanganku dalam menghadapi kehidupan bisa seperti hujan. Berkali-kali terjatuh dan tak pernah mengeluh.

Juga perihal kabut, ia laksana masa depan yang harus ditaklukan. Dalam menghadapi kabut, kita harus melangkah pelan, agar tahu di depan kita itu ada apa. Dan begitulah cara kita menghadapi masa depan. Melangkahlah, sedikit demi sedikit. Karena ketika kita tidak melangkah, kabut itu akan semakin pekat dan menggulung kita dalam masa lalu yang sangat erat.

Dalam rimbunnya kabut, Cisarua, 01 Maret 2016

Kamis, 21 Januari 2016

LEUWI LIEUK DAN KEBERSALAHAN


Jejak kaki kita memang memilih jalannya masing-masing, namun aku senang, kali ini kita bisa melangkah pada jalan yang sama meskipun aku juga tahu, ini cara yang salah karena masing-masing kita sudah memiliki sepotong hati yang lain. #leuwilieuk

Entah mengapa aku menyukai perjalanan kita yang satu ini. Aku tak mau munafik dengan menyangkal ini semua karena kehadiranmu. Ya, dengan tegas aku katakan. Itu semua karena kehadiranmu.

Tak pernah kuberpikir kita akan menghabiskan setengah dari pada hari itu bersama. Kau tak pernah mengatakan kau akan ikut. Aku juga tak pernah mengajakmu secara langsung. Bukan tak mau. Aku malu.

Keikutsertaanmu membuatku tersenyum lebar dalam hati. Namun aku tutupi dengan kekonyolan-kekonyolan yang kulakukan. Ini bukti bahwa aku tak ingin kamu tahu, bahwa sebenarnya masih engkaulah yang sampai saat ini bertahta di hati.
Sebenarnya mood-ku sedang tak beres saat menulis ini, tapi aku selalu mencoba mengeluarkan bagian terbaik dalam diriku, jika itu untuk kamu. Maaf jika ini terkesan berlebihan.

Aku paham, kita salah. Ah tidak! tepatnya aku yang salah. Karena kita tak sepantasnya menikmati momen-momen ini. Kau akan melukai seorang lelaki yang kau percayai sepenuh hati. Aku juga akan melukai seorang wanita yang telah mempercayaiku melebihi nafasnya sendiri.

Aku salah. Maafkan aku. Karena aku juga manusia. Rasa tak bisa berkata bohong. Sakit pun tak bisa tertolong.

Sekarang, teruntuk kamu. Pengisi relung hati yang paling aku sanjung di antara milyaran umat manusia. Aku meminta maaf untuk sebuah sakit yang kuberi. Kau boleh tak memaafkanku lalu meninggalkanku. Karena aku bersalah.

Minggu, 19 Juli 2015

KEMBAR BUKAN BERARTI SAMA


        Sambil berdoa, mudah-mudahan kunjungan kali ini ke Curug tidak kering lagi airnya, maklum lagi musim kering gini. Sesuai rencana kami akan mengunjungi Curug Kembar Batulayang, curug ini terletak Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, meskipun cukup dekat dari tempat tinggal saya, saya sendiri baru dua kali menginjakan kaki di curug tersebut, saya berangkat bersama dua rekan saya yakni Bastian Dera Saputra dan Zulfiqar Al-Zaby. Mereka berkumpul dirumah saya dan kami bertiga jalan kaki ke Curug tersebut.

        Diperjalanan kami sempat menaiki mobil truk agar perjalanan kami tidak terlalu melelahkan. Setelah berjalan kaki sepanjang kurang lebih 2 Km, akhirnya kami sampai juga di pos pertama parkir menuju curug, dahulu Curug Kembar Batulayang ini pernah dijuluki Curug Agricon oleh masyarakat setempat, tetapi sekarang dikelola oleh pihak Perum Perhutani KPH 3 Bogor berkerjasama dengan masyarakat setempat, untuk sarana jalan lebar hanya sampai lokasi perkemahan, bila anda suka berkemah dengan suasana alam yang masih asri, tempat berkemah yang ada di area curug sangat cocok dan untuk kegiatan pencinta alam lainnya, dari sini kami harus melanjutkan perjalanan kurang lebih 0.50 Km lagi untuk sampai ke Curug dan ketika kami telah sampai ke area tersebut, beginilah beberapa dokumentasinya :


Diperjalanan Menuju Area Curug.



Area Curug ini juga merupakan area outbond, camping ground dan jogging track.


Jalan ke Curug ini dilintasi beberapa sungai yang belum memiliki jembatan.

Dengan panorama hutan pinus, kami menyusuri  jalan setapak tanah dan berbatu di pinggir sungai, dengan Air yang mengalir  dari curug ini berasal dari aliran sungai Cimandala. ternyata ada lima curug  di area Curug Kembar ini, dengan jarak yang tidak begitu jauh untuk kesetiap curug Untuk mencapai curug 1 berjarak  dekat dari pos.  Curug 2 dan 3 letaknya bersebelahan, oleh sebab itu dinamakan Curug Kembar Batulayang. Untuk mencapai ke curug ini harus melewati jalur sungai dan jalur jalan tanah berbatu, harus hati-hati melewati jalur ini. Sepanjang badan sungai terdapat bentuk aliran berundak- undak menyerupai air terjun kecil menyerupai air terjun kecil disertai dengan kolam- kolam air yang berbeda-beda kedalamannya. Disamping itu kualitas air yang jernih pada sungai membuat batu- batuan didasar sungai terlihat cukup jelas.


Perjalanan menuju kesana sangat berkabut.


Saat kami beristirahat.

Akhirnya setelah melewati track yang cukup mencekam karena situasi agak sedikit hujan dan berkabut, akhirnya kami sampai dicurug 2 dan 3 berikut dokumentasinya :


Curug 2


Curug 3

Tepat jam 2 Siang, kami bersiap pulang, terlihat dari jauh pengunjung sudah berdatangan lagi, dengan berhati-hati kami melewati jalan berbatu menyusuri sungai berair jenih dengan panorama indah, dan diperjalanan kami sempat dihampiri ular dan kami membunuhnya.


~ The END ~


Jumat, 05 Juni 2015

Pendakian Penuh Warna


Alun-alun Suryakencana

Perjalanan penuh warna ini adalah pendakian ketiga saya setelah sebelumnya dibulan Juli 2013 dan dibulan Desember 2014 saya mendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango dan kali ini saya bersama rekan seperjuangan dikampus kesayangan mendaki Gunung Gede untuk kedua kalinya.



Dipuncak Gunung Gede
2958 mdpl


Salam-salam buat anak Qiara 5

Perjalanan ini adalah sebuah perjalanan yang sangat mengesankan. Semoga bisa terulang lagi, entah kapan yang pasti akan kita usahakan. Semoga ridho Allah senantiasa menaungi kita semua. Aamiin.. :-)




Curug Cimahi (Curug Pelangi)


Alhamdulillah, liburan cawu II selesai sampai disini. Perjalanan di 2 kota dalam 5 hari itu sungguh menakjubkan. Kota Bandung nan indah telah menjadi pembuka liburan kali ini. Di Kota Bandung ini saya berpetualang dengan 8 kawan lainnya. Mereka adalah Reynaldi Hidayat, Reni Restiani, Novry Rinaldi, Resna Amanda, Windi Andaresta, Rizwan Azhar, Tri Muhammad Hamdan dan Rr. Ghina Nur'aini.



ink emotiko

Air Terjun Cimahi ini, memiliki ketinggian sekitar 87 meter, merupakan salah satu air terjun yang tertinggi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Nama Cimahi berasal dari nama sungai yang mengalir di atasnya yaitu Sungai Cimahi yang berhulu di Situ (danau) Lembang dan mengalir ke Kota Cimahi. Air Terjun ini berada di ketinggian 1050 meter dpl dengan suhu di kawasan ini berkisar 18-22 derajat Celsius. Brrrrrrr.. ‪#‎GreatExperience‬


Selanjutnya, pendakian penuh warna akan saya hadapi bersama kawan seperjuangan. Semoga ridho Allah senantiasa menyertai hari-hari yang telah saya lewati maupun hari-hari yang akan saya rencanakan. Maha besar Allah, dzat pemilik alam semesta.