Chrome Pointer

Kamis, 21 Januari 2016

LEUWI LIEUK DAN KEBERSALAHAN


Jejak kaki kita memang memilih jalannya masing-masing, namun aku senang, kali ini kita bisa melangkah pada jalan yang sama meskipun aku juga tahu, ini cara yang salah karena masing-masing kita sudah memiliki sepotong hati yang lain. #leuwilieuk

Entah mengapa aku menyukai perjalanan kita yang satu ini. Aku tak mau munafik dengan menyangkal ini semua karena kehadiranmu. Ya, dengan tegas aku katakan. Itu semua karena kehadiranmu.

Tak pernah kuberpikir kita akan menghabiskan setengah dari pada hari itu bersama. Kau tak pernah mengatakan kau akan ikut. Aku juga tak pernah mengajakmu secara langsung. Bukan tak mau. Aku malu.

Keikutsertaanmu membuatku tersenyum lebar dalam hati. Namun aku tutupi dengan kekonyolan-kekonyolan yang kulakukan. Ini bukti bahwa aku tak ingin kamu tahu, bahwa sebenarnya masih engkaulah yang sampai saat ini bertahta di hati.
Sebenarnya mood-ku sedang tak beres saat menulis ini, tapi aku selalu mencoba mengeluarkan bagian terbaik dalam diriku, jika itu untuk kamu. Maaf jika ini terkesan berlebihan.

Aku paham, kita salah. Ah tidak! tepatnya aku yang salah. Karena kita tak sepantasnya menikmati momen-momen ini. Kau akan melukai seorang lelaki yang kau percayai sepenuh hati. Aku juga akan melukai seorang wanita yang telah mempercayaiku melebihi nafasnya sendiri.

Aku salah. Maafkan aku. Karena aku juga manusia. Rasa tak bisa berkata bohong. Sakit pun tak bisa tertolong.

Sekarang, teruntuk kamu. Pengisi relung hati yang paling aku sanjung di antara milyaran umat manusia. Aku meminta maaf untuk sebuah sakit yang kuberi. Kau boleh tak memaafkanku lalu meninggalkanku. Karena aku bersalah.

0 Comment: