Chrome Pointer

Rabu, 27 Januari 2016

KAMU, KOLAM RENANG JUGA SENJA YANG MENYAKITKAN


Saat berenang tadi pikiranku tiba-tiba terbang ke masalalu. Masa di mana kamu masih jadi yang nomor satu. "Kalo kamu takut terus kamu nggak akan bisa berenang", ucapmu padaku dulu saat kita sama-sama berada di pinggir kolam sambil memainkan air. "Aku praktikin caranya ya. Dan ingat harus tenang. Perhatiin ya", timpalnya kemudian.

Kau mengajariku bagaimana caranya berenang kala itu. Kita seperti sepasang muda-mudi bahagia yang saling membahagiakan. Namun, beberapa bulan setelah itu kita berpisah. Yang dulu erat lalu terlepas sudah semua yang terikat. Katamu kita sudah tak sepaham. Katamu kita sudah tak mungkin dipertahankan.
Lalu dalam kesakithatian yang teramat dalam, beberapa hari kemudian aku memutuskan untuk pergi ke pantai. Di sana, sahabat perempuanku menatapku. Aku masih saja menatap laut. "Barangkali Tuhan sedang tidak ingin kamu mencintai orang lain. Agar kamu bisa mencintai dirimu lebih lama", ucapnya. Kemudian kami sama-sama diam. Membiarkan diri tenggelam dalam pikiran masing-masing, ketika sang mentari perlahan tenggelam dan suara burung camar samar-samar menghilang.

Ah, tiba-tiba aku teringat hal itu. Sudahlah. Terkadang kenangan itu harus dibuang.

0 Comment: