Chrome Pointer

Senin, 18 Januari 2016

YANG MAHA PEMURAH


1. Koruptor mencuri uang rakyat, pergi mereka ke Yunani lalu Turki. Pulang dari sana keluarganya sehat, makan sate tetap terasa enak.

2. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang engkau dustakan?

3. Pejabat memperoleh gelar akademik dengan menyuap. Tapi kemudian masih dihargai di masyarakat. Masih pula berangkat ke Baitullah dengan undangan-Nya.

4. Seorang guru mengajar dengan gaji tak banyak. Berjalan kaki ia belasan kilometer agar mencapai sekolah tanpa atap. Tapi tengok bening matanya kala menatap anak-anak.

5. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang engkau dustakan?

6. Seorang atheis meragukan Tuhan. Menyerang-Nya tanpa ampun dalam simposium-simposium filsafat. Di tengah jalan ia ditabrak, namun hanya mobilnya yang hancur. Ia masih selamat.

7. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang engkau dustakan?

8. Seorang alim mati cepat-cepat. Di masa muda ketika ia rajin mengaji dan shalat. Namun ia tersenyum sejenak sebelum jadi mayat. Karena katanya, Tuhan rindu dan ingin memeluknya erat.

9. Merapi meletus memuntahkan wedhus gembel. Darinya rakyat banyak yang meninggal dan terbakar. Tapi tengok hasil dari muntahan vulkanik yang kelak bisa membuat anak cucu berpanen banyak.

10. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang engkau dustakan?

11. Terbayang roti yang dimakan, lalu buang air besar tetap berbentuk roti yang baru saja dimakan.

12. Terbayang anggur yang diminum hingga memabukkan, buang air kecil masih berupa anggur yang bisa diminum. Dan masih jua memabukkan.

13. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang engkau dustakan?

14. Manusia mencari-cari kepastian dan membuat rencana. Lalu semua sesuai dengan dugaan dan manusia itu senang. Namun Tuhan masih menyisakan ketidakpastian agar manusia penasaran. Yakni diri-Nya dan kematian.

15. Bunga tumbuh merekah, pohon menggugurkan dedaunan, anak tumbuh besar dan bicara melebihi kedua orangtuanya. Si anak sekolah dan mengerti arti cinta. Mampu mengungkapkannya dalam bahasa.

16. Penulis buntu merampungkan idenya. Ia jalan-jalan dan melihat kucing bermain dengan bayangan. Penulis kembali ke mejanya dan mendapat segudang pencerahan untuk dituangkan menjadi tulisan.

17. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang engkau dustakan?

18. Memberi uang pada orang berarti membuang. Yang pelit terus saja berpendapat demikian. Lupa bahwa pundi-pundinya akan tetap penuh, jikasanya ia percaya bahwa orang yang menerima kerap menukar dengan kepuasan dan kebahagiaan.

19. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang engkau dustakan?

20. Saya menulis ini seolah ingin meniru surat Ar-Rahman. Tapi begitu sulit dan tak terjangkau pikiran. Wajar karena yang satu kalam Tuhan, sedang yang ini nalar dangkal seorang insan.

21. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana yang engkau dustakan?

Source from: http://syarifmaulana.blogspot.co.id/

0 Comment: