Chrome Pointer

Kamis, 14 Januari 2016

LANGGAM LAGU AL-QUR’AN


Ada hal menarik yang tertinggal di tahun 2015 silam, yaitu pembacaan ayat suci al-Qur’an dengan langgam jawa di Masjid Istiqlal. Setelah itu beredar pula di masyarakat video pembacaan Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 dengan irama seriosa. Hal ini menambah polemik yang terjadi di kalangan ummat Islam. Walaupun sudah ada hadits yang jelas dan tegas telah menyatakan bahwa dalam melagukan al-Qur’an kita itu mengikuti aturan yang baku seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits, masih ada saja saudara seiman yang menyelisihi hadits tersebut.

Mereka beralasan sepanjang dalam membaca Al-Qur’an tersebut dipenuhi  syarat-syaratnya, seperti benar tajwidnya, benar panjang pendeknya, bagus dan benar makhrajnya, maka membaca AL-Qur’an seperti itu boleh-boleh saja. Jika keadaan ini berlarut-larut, tidak ada orang yang mengingatkan, maka suatau waktu nanti dikhawatirkan ada orang yang coba-coba mendangdutkan Al-Qur’an, baca Al-Qur’an dengan irama jazz dan lain-lain. Karena mereka menganggap tidak ada syariat yang dilanggar. Sehingga suatu waktu nanti akan ada pula musabaqah Al-Qur’an tidak lagi diperlombakan mengikuti tujuh irama bacaan, tetapi akan melebar kepada irama-irama lain diluar itu.

Source from: Lembaran Dakwah IPERKAHRI – PHRI

0 Comment: